"Dalam peraturan, tidak ada yang melarang artis untuk ditampilkan. Yang terpenting adalah mereka dapat menampilkan kualitas, bukan sekadar popularitasnya saja," ujar Hidayat seusai menghadiri acara peluncuran buku One Day No Rice di restoran Mang Kabayan, Depok, Minggu (11/11/2012).
Menurut mantan Presiden PKS tersebut, di alam demokrasi yang telah berkembang pesat, akses seseorang untuk menjadi pemimpin terbuka luas. Masyarakat tinggal menentukan pilihan dengan melihat rekam jejak calon pemimpin tersebut.
Hidayat yang juga mantan calon gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, pencalonan artis atau publik figur menjadi pemimpin telah banyak terjadi di belahan dunia lainnya, misalnya Presiden Amerika, Ronald Reagen, Gubernur California Arnold Schwarzenegger, dan lainnya.
Untuk itu, ia berharap masyarakat tidak melebih-lebihkan fenomena tersebut. "Mudah-mudahan kita tidak melakukan dikotomi, di sisi lain masyarakat juga harus diingatkan, bukan memilih karena dia artis, melainkan kualitas, track record yang bersangkutan," lanjutnya.
Hidayat yakin kombinasi birokrat-budayawan Heryawan-Deddy mampu memenangkan Pilgub Jabar 2013 satu putaran.
Sebelumnya, menjelang pesta demokrasi lima tahunan wilayah Jawa Barat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung pasangan Ahmad Heryawan dan Dedy Mizwar di Pilkada Jawa Barat. PKS tak hanya sendiri mengusung pasangan tersebut dan memilih menggandeng Hanura dan PPP untuk berkoalisi.
*Sumber: nasional.kompas.com
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !